Guru Adaptif di Era Digital: Optimalisasi AI untuk Menyusun Modul Ajar yang Praktis
DOI:
https://doi.org/10.31943/abdi.v8i2.422Keywords:
Artificial Intelligence, Modul Ajar, Kompetensi Digital Guru, Kurikulum Merdeka, Pengabdian kepada MasyarakatAbstract
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi guru untuk menyusun modul ajar secara lebih efektif dan efisien. Namun, banyak guru belum memiliki keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan AI, khususnya dalam penyusunan modul ajar sesuai Kurikulum Merdeka. Guru di SDN 1 Megu Gede rata-rata membutuhkan 3–8 jam untuk menyusun satu modul ajar secara konvensional. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SDN 1 Megu Gede dalam mengoptimalkan Claude AI untuk menyusun modul ajar yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan capaian pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, demonstrasi, praktik langsung (learning by doing), serta pendampingan intensif. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di SDN 1 Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, melibatkan 20 orang guru. Hasil menunjukkan bahwa 18 dari 20 guru (90%) berhasil menyusun modul ajar berbasis AI dalam waktu 25–40 menit. Angket persepsi peserta menunjukkan hasil positif: 95% menyatakan materi mudah dipahami, 100% menyatakan AI membantu dan pelatihan bermanfaat, serta 90% akan menggunakan AI kembali. Meskipun sebagian guru senior mengalami kendala literasi digital, pendampingan intensif berhasil mengubah persepsi negatif menjadi kepercayaan diri. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kompetensi digital guru, mengurangi beban administrasi, dan mendorong pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif di era digital.








