Implementasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petani dalam Pengendalian Hama Tikus pada Program Sadulur Tani

Authors

  • Abdul Muhammad Mustaqim CSR PT PLN Nusantara Power UP Indramayu, Indonesia
  • Puri Handoko CSR PT PLN Nusantara Power UP Indramayu, Indonesia
  • Andika Nur Patria CSR PT PLN Nusantara Power UP Indramayu, Indonesia
  • Haqiqi Cahrisma Ning Putri CSR PT PLN Nusantara Power UP Indramayu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31943/abdi.v8i2.420

Keywords:

Pengendalian Hama Tikus, Rubuha, Trap Barrier System, TJSL, Pemberdayaan Petani

Abstract

Serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan salah satu ancaman utama produktivitas pertanian di Kabupaten Indramayu, yang menyebabkan penurunan hasil panen hingga lebih dari satu ton per hektare setiap musim tanam dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya pengetahuan teknis petani, lemahnya koordinasi pengendalian antarlahan, serta belum optimalnya penerapan metode pengendalian terpadu. Program Sadulur Tani diinisiasi oleh PT PLN Nusantara Power UP Indramayu sebagai wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani salah satu kegiatannya dalam pengendalian hama tikus secara efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Sasaran program adalah anggota kelompok tani mitra dan Perkumpulan Petani Tanggap Perubahan Iklim (PPTPI) Indramayu Barat/Klub Satelit. Program dilaksanakan dalam tiga fase selama 2022–2026 melalui penerapan teknologi tepat guna, penyuluhan, bimbingan teknis, praktik lapangan, dan pendampingan langsung, dengan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis tematik. Fase I (2022–2024) meliputi pembuatan 30 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) dari limbah non-B3 PLTU Indramayu bersama IPB University dan pelaksanaan gropyokan tikus massal yang difasilitasi perusahaan melalui penyediaan peralatan pendukung. Fase II (2025) berupa Bimbingan Teknis Pengendalian Hama Tikus Terpadu bersama Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Karawang. Fase III (2026) adalah implementasi Trap Barrier System (TBS) pada lahan seluas 3.800 m² dengan pendampingan IPB University. Program ini menghasilkan peningkatan kapasitas teknis petani dalam menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penguatan kelembagaan kelompok tani, dan terbentuknya sistem pengendalian hama tikus yang lebih proaktif dan berkelanjutan di wilayah program.

Downloads

Published

2026-09-24

How to Cite

Mustaqim, A. M., Handoko, P., Patria, A. N., & Putri, H. C. N. (2026). Implementasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petani dalam Pengendalian Hama Tikus pada Program Sadulur Tani. Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 241–258. https://doi.org/10.31943/abdi.v8i2.420