Pelatihan 5S Budaya Kerja Industri di SMK Negeri 6 Bulukumba
DOI:
https://doi.org/10.31943/abdi.v8i2.431Keywords:
5S, Budaya Kerja Industri, Pelatihan, Pendidikan VokasiAbstract
SMK Negeri 6 Bulukumba sebagai sekolah vokasi yang berada di kawasan industri maritim menghadapi tantangan dalam penerapan budaya kerja industri, khususnya terkait kedisiplinan, kerapian area kerja, pengelolaan peralatan praktik, dan pemahaman siswa terhadap prinsip 5S. Hasil pengamatan awal dan komunikasi dengan guru, ditemukan bahwa sebagian peserta didik belum konsisten menerapkan prinsip penataan dan kebersihan area kerja secara konsisten serta masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai budaya kerja industri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman peserta didik mengenai budaya kerja industri melalui penerapan prinsip 5S, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 siswa dari program keahlian yang ada di SMK Negeri 6 Bulukumba. Evaluasi awal memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai budaya kerja industri dan implementasi 5S. Setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan diberikan, evaluasi akhir memperlihatkan adanya perubahan tingkat pemahaman peserta. Proporsi siswa yang berada pada kategori memahami dan sangat memahami materi mengalami peningkatan dibandingkan kondisi sebelum pelatihan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menerapkan budaya kerja industri sebagai persiapan untuk memasuki lingkungan kerja.







