Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Upaya Mendorong Ekonomi Sirkular Ibu-Ibu PKK Sekarwangi
DOI:
https://doi.org/10.31943/abdi.v8i1.390Keywords:
Minyak Jelantah, Lilin Aromaterapi, PKK Sekarwangi, Ekonomi SirkularAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Lokasi tersebut dipilih karena belum adanya sistem pengelolaan limbah minyak jelantah yang terstruktur, sementara di sisi lain terdapat potensi kelompok masyarakat yang cukup aktif, yaitu PKK “Sekarwangi”, namun belum memiliki kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu-ibu PKK “Sekarwangi” dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual tinggi, sekaligus mendorong terbentuknya usaha rumah tangga yang berorientasi pada lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Pelaksanaan program dilakukan melalui lima tahapan, yaitu perencanaan secara partisipatif, sosialisasi program, pelatihan teknis berbasis praktik langsung, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aspek pengetahuan lingkungan dan keterampilan teknis peserta, yang ditandai dengan capaian produksi sebanyak 60 unit lilin aromaterapi atau 120% dari target yang direncanakan. Produk yang dihasilkan telah diuji coba di pasar lokal dan memperoleh respons yang positif. Dampak kegiatan terlihat pada perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah, meningkatnya literasi terkait ekonomi sirkular, berkembangnya keterampilan baru, serta terbukanya peluang usaha mikro berbasis komunitas. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang aplikatif disertai pendampingan yang berkelanjutan dapat menjadi strategi yang efektif dalam menjawab permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.









