Pelatihan Penggunaan Alat Pengering Kerupuk Otomatis pada UMKM di Desa Cemara Kulon Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu
DOI:
https://doi.org/10.31943/abdi.v8i2.380Keywords:
Kerupuk Udang, Alat Pengering Otomatis, Gain Ternormalisasi, Pelatihan, PLTSAbstract
Desa Cemara Kulon yang berada di kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar dalam produksi kerupuk udang, namun proses pengeringan yang dilakukan masih mengandalkan sinar matahari. Cara tersebut memerlukan waktu 2–3 hari, sangat bergantung pada kondisi cuaca, serta sering menurunkan kualitas dan kapasitas produksi. Hal ini menjadi kendala utama bagi pelaku UMKM dalam memenuhi permintaan pasar secara konsisten. Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada Masyarakat Universitas Wiralodra berupaya menghadirkan solusi berupa mesin pengering otomatis berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tujuannya adalah mempercepat proses pengeringan, menjaga kualitas, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM agar mampu bersaing di pasar local maupun nasional. Dilakukan studi literatur terkait teknologi pengering dan pemanfaatan energi surya sebagai sumber daya terbarukan. Berdasarkan hasil kajian, tim kemudian merancang dan membuat alat control durasi dan memesan mesin pengering dari pihak ketiga sesuai dengan kebutuhan UMKM di Cemara Kulon. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat pengering kerupuk kepada UMKM di Desa Cemara Kulon. Berdasarkan skor rata-rata pretest dan postest untuk 10 peserta, diperoleh rata-rata gain ternormalisasi sebesar 52%. Hasil ini menunjukkan bahwa program pelatihan cukup efektif karena mayoritas peserta mendapatkan nilai g yang berada pada kategori sedang-tinggi. Hanya peserta P6 dan P10 yang mendapatkan g < 0.3. Mitra UMKM memberikan apresiasi positif karena inovasi ini membantu menstabilkan produksi sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, pengabdian ini terbukti efektif dalam mendukung kemandirian dan meningkatkan daya saing UMKM UD. Berkah Jaya.








