Peran Lalat Tentara Hitam (Black Soldier Fly) Hermetia illucens dalam Mendukung Pengolahan Limbah Pertanian Berkelanjutan pada Kelompok Lestari Tani
DOI:
https://doi.org/10.31943/abdi.v8i1.371Keywords:
BSF, Maggot, Pengelolaan Limbah Organik, Penyuluhan, Pertanian BerkelanjutanAbstract
Limbah organik seringkali menjadi masalah lingkungan karena jumlahnya yang melimpah dan pengelolaannya yang kurang tepat. Namun, limbah organik sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikelola dengan baik, salah satunya melalui pemanfaatan Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens). Serangga ini memiliki kemampuan yang tinggi dalam mendegradasi limbah organik secara cepat dan efektif, sehingga berkontribusi dalam menekan tingkat pencemaran lingkungan. Selain itu, larva BSF berperan dalam menghasilkan kompos yang berkualitas dengan kandungan hara yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Pemanfaatan BSF juga merupakan pendekatan inovatif dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan, karena tidak hanya berfungsi dalam pengolahan limbah, tetapi juga mampu memberikan sumber pakan pengganti yang berpotensi dalam meningkatkan produktivitas sektor peternakan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Kelompok Lestari Tani yang berlokasi di Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan mengenai pengenalan prinsip pemanfaatan BSF dalam pengelolaan limbah pertanian berkelanjutan. Analisis data dilakukan dengan metode wawancara terhadap petani responden serta pemberian kuesioner dengan pengisian pre-test dan post-test mengenai pengetahuan akan pengelolaan limbah organik dengan menggunakan BSF, serta potensi produk sampingan dari penguraian limbah organik oleh BSF. Hasil pre-test menunjukkan para petani responden tidak mengetahui mengenai potensi BSF dalam pengelolaan limbah organik. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan BSF dalam pengelolaan limbah organik hasil pertanian sebesar 75%, memberikan dampak positif terhadap kegiatan ini. Kegiatan penyuluhan menghasilkan ketertarikan petani responden dalam penggunaan dan pemanfaatan BSF terutama untuk untuk mengelola limbah organik, memenuhi kebutuhan pemberian pakan ternak dan ikan yang dibudidayakan oleh petani setempat, dan untuk menghasilkan produk sampingan untuk dijual.







